Kuliah di Australia
Mulai semester 2 tahun 2006, saya menempuh master of education di University of Sydney. Bidang yang saya tempuh adalah information technology in education. Dosen yang mengajar saya tidak hanya warganegara Australia, tapi juga warganegara asing. Satu orang dari RRC, satu orang dosen dari negara Lithuania (pecahan bekas Uni Sovyet), satu profesor dari Jerman, dan satu professor dari Inggris. Sebagaimana biasa, beberapa mahasiswa PhD ikut membantu para dosen senior dan professor dalam kegiatan belajar mengajar.
Sistem perkuliahan pada tingkat master terbagi dua, menurut ada tidaknya penelitian sebagai tugas akhir. Program master of education by research mewajibkan mahasiswa untuk menulis disertasi. Sedangkan program coursework hanya terdiri atas kuliah, tanpa ada tugas akhir berupa penelitian, seperti yang saya tempuh ini. Lama kuliahnya adalah satu tahun. Tujuan saya memilih program coursework adalah untuk mendapatkan berbagai materi kuliah yang lebih luas cakupannya.
Kegiatan kuliah kebanyakan berupa presentasi beberapa teori yang diulas sedikit oleh dosen, lalu masing-masing orang diminta komentarnya. Karena di jurusan saya ini pesertanya sedikit, tidak sampai sepuluh orang, diskusinya jadi menarik. Diskusinya saya rasa lebih menarik daripada diskusi di fakultas lain yang jumlah mahasiswa per kelasnya mencapai puluhan orang. Dalam kuliah, kemampuan berbahasa Inggris secara aktif memang betul-betul diuji, apalagi bila jumlah kita hanya sedikit. Bila kita tidak aktif dalam diskusi, akan kelihatan oleh dosen atau mahasiswa lain. Lagipula, alangkah sia-sianya bila waktu kita kuliah di negara asing dihabiskan tanpa sempat bertukar wacana dalam kuliah.
Kuliah tidak hanya berupa tatap muka, karena di program studi ini diadakan juga aktivitas online. Aktivitas ini ada yang asynchronous, yaitu dalam waktu yang tidak bersamaan, misalnya dengan online forum, atau yang synchronous, yaitu dalam waktu yang bersamaan. Contoh diskusi yang dilakukan dalam waktu bersamaan adalah dengan chat. Berbeda dengan kuliah tatap muka, dalam kuliah online ini kita dituntut mampu memanfaatkan teknologi, dan memaksimalkan penggunaan teknologi. Kemampuan ini sangat penting, karena penggunaan teknologi informasi dan komunikasi tanpa keahlian yang memadai, akan menghamburkan biaya yang tidak sedikit.
Selain itu, tugas yang diberikan dosen jelas banyak sekali. Kebanyakan berupa membaca naskah yang harus dibaca. Naskah itu berupa kumpulan makalah atau buku yang menjadi materi yang dijelaskan dosen dalam kuliah. Bisa juga kita diharuskan menulis tanggapan atau makalah berdasarkan bacaan itu. Jadi, memang benar apa yang sering dikatakan oleh mereka yang pernah kuliah di negara maju, bahwa bila kita datang ke kelas tanpa persiapan apa-apa, akan kelihatan memalukan sekali, dan kita pun tidak akan belajar secara maksimal.
Secara umum, kuliah di Australia memang memberi banyak pengalaman berharga, selain ilmu yang berguna tentunya. Adapun untuk bisa belajar dengan maksimal, kita perlu menguasai bahasa Inggris dengan baik, tekun dalam belajar dan tidak lupa, bersikap kritis

0 Comments:
Post a Comment
<< Home