Thursday, July 02, 2009

Temennya Adhi Susilo

Temen-temen,

Karena Adhi Susilo kemarin menanyakan apakah saya di Adelaide ketemu temen-temennya, maka saya kirim saja foto temannya. Foto ini adalah ketika saya berkunjung ke sebuah pulau misterius di sekitar kota Adelaide, bulan Februari lalu. Pulau itu dianggap oleh orang aborijin sebagai tempat yang berbahaya dan mendatangkan malapetaka. Itu sebabnya pulau itu tidak didiami orang aborijin, walaupun ribuan tahun lalu memang pernah didiami manusia. Terbukti sejak pertama ditemukan oleh pelaut terkenal dari Inggris, Mathew Flinders, tidak ada orang aborijin di pulau itu, dan binatangnya jinak karena tidak pernah diganggu manusia. Di foto kelihatan orang mengerumuni seekor kangguru. Kangguru itu adalah subspecies dari kangguru abu-abu yang biasa ditemukan di daratan benua Australia. Bedanya dengan yang hidup di benua, subspecies ini agak lebih kecil tubuhnya dan bulunya lebih tebal.

Temannya Adhi adalah cewek berkaus hijau, bertopi, yang kelihatan tangan kirinya memegang kangguru. Memang sengaja tidak kelihatan mukanya. Kalau kelihatan mukanya, saya khawatir teman-teman akan berkata: “Ah, itu kan cuma sinetron-sinetronan !”. Cewek itu kuliah di Flinders University, almamaternya Adhi. Kalau teman-teman ada kesempatan datang ke Adelaide dan ketemu dia, coba saja bilang “saya temennya Diki !”. Si cewek itu pasti akan terkejut, perasaaanya jadi gembira, matanya jadi berbinar-binar dan hatinya jadi berbunga-bunga. Dia lalu akan berseru “Oh, really…?”, begitu kira-kira.

Kalau ingin tahu bagaimana kelanjutannya, silahkan tunggu saja nanti kalau cerita ini diangkat ke layar kaca dan bisa disaksikan teman semua. Nantinya dalam sinetron ini juga akan saya tambahkan tokoh antagonis berupa tiga sekawan anak bangsa. Tokoh pertama adalah wartawan yang selalu mempermalukan orang yang diwawancarainya. Satu lagi adalah politikus busuk, yang selalu dianggap mewakili rakyat, dan anehnya, banyak yang merasa terwakili (mungkin terwakili kebusukannya !). Yang terakhir tentunya adalah aktivis HAM, yang tidak bisa membedakan antara fakta dengan angan-angan. Relevan dengan situasi di tanah air saat ini bukan ? Kalau tidak relavan ya tidak apa-apa, kan sinetron tidak harus relevan dengan kenyataan, sebagaimana sinetron yang selalu teman-teman saksikan hampir setiap hari. Omong-omong, menonton sinetron pasti kesukaan teman-teman semua bukan ? Tanpa kecuali ?

0h ya, tidak lupa nantinya akan diikutkan para artis cantik sebagai pemanis dalam sinetron itu. Artis cantiknya pasti idola teman semua (tapi bukan berarti idola saya lho !), seperti Dian Sastro dan Tamara Blezynski. Juduln sinetronnya pun sudah saya siapkan, persis judul puisinya Chairil Anwar, yaitu CINTAKU JAUH DI PULAU. Tentu saja pulau yang saya maksud adalah pulau Jawa di Indonesia, khususnya kabupaten Indramayu. Tempat itu memang jauh di sana, jauh dari Sydney, tapi selalu dekat di hati.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home